Salah satu alat yang diliriknya adalah kamera pengintai yang berbentuk remote mobil. Awalnya, alat tersebut hanya dijadikan oleh-oleh untuk saudaranya di Indonesia, tapi lama-lama banyak saudara yang menginginkannya.
Victor yang kebetulan doyan dengan dunia teknologi, secara iseng menjualnya di sebuah forum online. Alhasil, jualan yang awalnya iseng malah laris.
"Alat kamera pengintai pertama bisa laku terjual seharga Rp 500.000. Padahal Felix membeli di China seharga Rp 90.000," kenang Victor saat ditemui Kompas.com di tokonya di Mangga Dua Square Jakarta, Senin
Karena permintaan bertambah, Felix dan Victor pun menambah model kamera pengintai. Kini sudah ada model kamera pengintai dengan bentuk bolpoin, jam tangan, jam meja, kotak tisu, kunci mobil, kancing, korek api, asbak, kacamata hingga dasi.
"Kamera pengintai dengan bentuk jam tangan, kancing, bolpoin dan kunci mobil biasanya paling laris di sini," tambahnya.
Penggunaan yang Sangat Mudah
Biasanya ada indikasi lampu menyala dan kamera pengintai sudah bisa digunakan untuk merekam atau memotret obyek yang sedang diintai.
Masing-masing alat kamera pengintai sudah diisi oleh memori internal dan memori eksternal. Kapasitasnya pun berbeda mulai dari ukuran memori 4GB hingga 32GB.
"Alat tersebut bisa merekam video mulai dari satu jam hingga delapan jam," tambah Victor.
Resolusi gambarnya pun sudah terbilang lumayan untuk alat kamera pengintai. Alat ini sudah memakai resolusi sekelas VGA 1,3MP.
Namun bila ingin menangkap suara lebih jelas, maka pengguna bisa mengeditnya melalui software-software yang banyak dijual di pasar.
Untuk mentransfer gambar, pengguna pun langsung bisa memindahkan ke komputer atau laptop melalui colokan USB yang telah disediakan.
Sudah dibeli polisi hingga KPK
Untuk orang kantoran, kata Victor, biasanya alat tersebut digunakan untuk mengintai karyawannya, apakah malas atau rajin bekerja. Alat ini juga bisa digunakan untuk tes wawancara bagi Human Resource and Development (HRD).
"Setelah wawancara bisa dilakukan evaluasi melalui rekaman di kamera pengintai tersebut," jelasnya.
Untuk KPK, alat ini juga pernah dipakai untuk menyelidiki kasus yang menimpa mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri (Kabareskrim) Susno Duadji. Alat yang dipesan berupa kamera pengintai berbentuk remote mobil.
Alat ini juga bisa dipakai jenis investigasi di televisi. Kini sudah marak acara televisi yang menyuguhkan investigasi terselubung, melalui kamera pengintai.
Lembaga riset juga memanfaatkan alat tersebut untuk menyurvei pasar. Biasanya data tersebut untuk melihat perkembangan data pesaing perusahaan.
Bukan Barang Murahan
"Kami menyediakan garansi 6 bulan. Jika barang rusak (dalam masa garansi), kami berani menggantinya dengan yang baru, bila teknisi kami tidak bisa memperbaikinya," jelas Felix.
Hingga saat ini, alat kamera pengintai memang diimpor secara resmi dari China. Victor dan Felix mengklaim langsung membeli dari produsennya secara langsung.
Bahkan pengguna di Indonesia bisa memesan bentuk kamera pengintai sesuai yang diinginkan. Misalnya dengan bentuk-bentuk yang tidak bisa diketahui bahwa alat tersebut adalah kamera pengintai.
Kini, Victor dan Felix juga mengembangkan kamera pengintai dengan merek dagang sendiri, Pro Spy. Mereka mematenkan produknya sejak Juni 2010. Namun barang-barang ini masih diproduksi di China.
Promosi
"Sekitar 80 persen penjualan dari website," tambah Felix.
Felix menilai penjualan kamera pengintai melalui situs online dinilai lebih cepat, baik di situs sendiri maupun forum jual beli online.
Kebanyakan pembeli juga merata, tidak hanya di Jakarta saja, tapi juga bisa menjangkau seluruh nusantara dari Aceh hingga Papua.
"Ke depan kami akan fokus berjualan secara online," jelasnya.
Untuk mendapatkan alat kamera pengintai ini tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Harga Kamera Pengintai yang ditawarkan mulai Rp 95.000 hingga Rp 1,8 juta.
















